awalnya saya termasuk orang yg susah meninggalkan buku berbahan kertas. ada pengalaman tersendiri saat membuka halaman demi halaman, bunyi gesekan dan bau kertas yg khas juga menciptakan sebuah sensasi tersendiri. namun saat ini harga kertas semakin mahal dan harga buku pun mau tidak mau ikut menjadi mahal. untuk mengatasi penggunaan kertas yg semakin mahal (dan juga katanya untuk ikut serta melestarikan lingkungan) maka diciptakanlah buku elektronik yg populer disebut ebook.

pada awalnya format ebook adalah file-file dokumen dan yang paling populer adalah format PDF (Portable Document Format). sy tidak bisa menikmati membaca ebook dgn format pdf karena awalnya untuk membaca file-file pdf harus menggunakan komputer desktop atau pun laptop, ini menjadi masalah besar karena kita tentu tdk dapat membaca dimana pun  kita mau atau dalam posisi nyaman kita. bayangkan kalau sy ingin membaca sambil berak, apakah sy harus membawa laptop sy ke toilet ? atau saat sy ingin membaca sambil tidur-tiduran, apakah sy harus menidurkan juga komputer desktop sy disamping sy ? untuk mengatasi masalah fleksibilitas ini maka diciptakanlah perangkat khusus untuk membaca ebook yg disebut eReader yg bentuknya mendekati bentuk buku. kehadiran eReader memicu diciptakannya format-format baru ebook, yg secara garis besar dapat dibagi dua yaitu ebook dgn DRM (Digital Rights Management) yaitu ebook yg hanya dapat dibaca dgn aplikasi yg khusus dibuat oleh si pembuat ebook atau ebook Non-DRM yaitu ebook yg terbuka yg bisa bisa dibuka dgn berbagai aplikasi pembaca ebook. salah satu format ebook Non-DRM adalah epub (electronic publication; kadang-kadang ditulis dgn ePub. anda dpt membaca lebih jauh tentang epub di wikipedia).

kehadiran eReader dan ebook dlm format epub tdk menjadikan sy begitu saja pindah dari pengkonsumsi buku menjadi pengkonsumsi ebook, alasannya klasik yaitu harga eReader awalnya masih sangat mahal. namun dgn kehadiran smartphone android maka perangkat yg memungkin memeliki fungsi sebagai eReader menjadi sesuatu yg umum dan kita dapat memilih yg sesuai dgn selera dan keuangan kita. kehadiran smartphone android (yg open source meski tdk sepenuhnya open source) menjadi solusi dari mahalnya harga eReader. dgn memiliki smartphone android anda tinggal menginstall aplikasi eReader (yang banyak tersedia secara gratis, salah satunya –yg sy suka– adalah moon+ reader) maka smartphone anda pun kini memiliki fungsi tambahan yaitu sebagai eReader.

kini … dengan smartphone + aplikasi eReader sy mulai nyaman mengkonsumsi ebook. saat ini di smartphone sy ada sekitar 40 judul buku, sy tidak bisa membayangkan bagaimana repotnya seandainya sy harus membawa 40 judul buku kemana-mana (membawa kemana-mana Das Kapital Jilid I, II, III pasti akan membuat sy kerepotan … xixixi).

saat ini yg masih menjadi masalah adalah belum adanya keseriusan penerbit-penerbit di indonesia dalam membuat ebook yg nyaman untuk dikonsumsi karena hal itulah maka tdk ada jalan lain sy mengkonsumsi ebook-ebook yg banyak dishare di dunia maya. sy tidak tau apakah ebook-ebook itu memang dibuat oleh penerbit atau hasil kerajinan dari individu-individu yg ingin memberikan kontribusi dlm kemudahan akses ebook (jadi maklum saja kalau kualitasnya kadang amburadul … tapi lumayanlah dari pada tdk ada … wkwkwkwk).

untuk yg ingin mencoba membaca ebook dgn smartphonenya bisa mendownload aplikasi Moon+ Reader disini
dan untuk mendapatkan ebook secara gratis anda bisa berkunjung ke Perpustakaan Maya bukuLIAT

sudah dulu yah … sudah jam 1 lewat, sy sudah lapar. daaaa

Iklan