Sebuah analogi :

Anda punya kemampuan membeli sebuah mobil ferari keluaran terbaru. Anda diizinkan membelinya tapi dengan syarat anda harus tinggal di sebuah rumah dalam sebuah kompleks yg telah disiapkan bagi pemilik mobil ferari keluaran terbaru. Di dalam kompleks itu sudah ada sebuah pasar dimana anda bisa mendapatkan apa saja secara gratis dan banyak orang yg mendistribusikan barang secara gratis pula ke pasar tersebut (hampis semua hal gratis untuk seluruh penghuni rumah di dalam kompleks tersebut. Bersamaan dengan kenyamanan itu, diseluruh kompleks dan dirumah anda dipasang alat untuk memonitor segala aktifitas anda (barang apa yg anda ambil dari pasar, mobil ferari terbaru yg bagaimana yg anda gunakan) semua dicatat untuk kepentingan menghitung seberapa banyak yg sudah tinggal di kompleks dan untuk pengembangan dari ferari terbaru. 

Kemunculan android memang membuat para pengguna GNU/Linux bisa berbangga karena sistem operasi kesayangannya semakin memdunia dan semakin banyak penggunanya, namun ditengah-tengah euforia android muncul beberapa kekecewaan yang mengharuskan adanya kritik yang ditujukan langsung pada android. Pengembangan pesat dan cepat memang dialami android sejak diambil alih oleh google namun hal ini harus dibayar mahal oleh pengguna android. Pengguna android harus merelakan beberapa kebebasannya jika ingin menggunakan android, itulah bayar untuk pengembangan pesat dan cepat.
Sebelum lanjut, mari kita melihat kondisi kebebasan kita ketika menggunakan GNU/Linux di komputer. Ketika kita menggunakan GNU/Linux di komputer kita dapat bebas memilih distro yg sesuai dengan kita dan tentunya sesuai pula dengan kemampuan perangkat yang dimiliki. Saat menggunakan GNU/Linux di komputer kita pun bebas menggunakan aplikasi, layanan, atau bahkan memodifikasi atau membuat sendiri apa yang kita butuhkan. Jika kita mampu membuat sendiri hardware yang kita perlukan maka kita memiliki kebebasan dari hardware, software, serta layanan yang ingin digunakan.
Sekarang mari kita melihat android. Saat kita menggunakan android maka kita menggunakan distro android karena android merupakan salah satu turunan dari GNU/Linux, namun jika kita melihat di distrowatch, android tidak terdaftar disana yg terdaftar disana adalah meego [distro yg juga diperuntukkan untuk smartphone]. Ada apa ?
Selanjutnya, saat menggunakan android maka wajib hukumnya untuk memiliki akun google [gmail]. Kembali ke GNU/Linux di komputer, saat menggunakan GNU/Linux di komputer tak ada ikatan apa-apa dengan sebuah perusahaan [kecuali anda menggunakan distro komersil atau menggunakan jasa support]. Kebebasan sejak memperoleh sistem operasinya [download atau copy dari teman], kemudian menginstallnya, sampai menggunakannya. Tak ada ikatan, apa lagi jika kita sudah mampu membuat atau memodifikasi sendiri GNU/Linux sesuai dengan kebutuhan. Anda tak suka menggunakan layanan email dari perusahaan Y, tidak ada masalah silahkan beralih ke penyedia layanan email lainnya. Anda tidak suka menggunakan jejaring sosial milik perusahaan F, silahkan beralih ke layanan jejaring sosial lainnya. Anda tidak mau dipantau atau didaftar sebagai salah satu pengguna GNU/Linux, silahkan karena itu bukan keharusan atau kalau perlu silahkan sembunyikan diri anda semampu anda.
Lalu, bagaimana dengan android ?

Mungkin seperti itu adanya dan saya pikir memang demikian adanya.

* tapi semua kembali ke anda, karena itu gunakan android secara bijaksana dan sebaiknya jika ada pilihan OS untuk perangkat smartphone atau perangkat tablet lainnya yg betul-betul GNU/Linux [yg menghormati dan mematuhi prinsip-prinsip kebebasan GPL serta sepenuhnya open source] sebaiknya beralihlah agar kebebasan anda tetap menjadi milik anda. 

** jangan terlalu dianggap seriuslah, ini cuma kritik otokritik … postingan ini saja diposting menggunakan perangkat yg ber-OS android   ^_^

 

 

untuk referensi :

Q&A with Richard Stallman

GNU founder Richard Stallman and Gmail creator Paul Buchheit hate on Chrome OS

Iklan