Berbicara di Universitas Lehigh minggu kemarin (tahun 2007 – tahun tulisan ini dibuat), pendiri Free Software Foundation Richard Stallman mendorong audiennya untuk menjadikan open source tidak hanya prinsip dalam berkomputer, namun juga menjadikannya sebagai gaya hidup.
Memakai software komersial proprietary menyebabkan “user terpecah karena kita tidak dapat menggandakannya untuk membantu tetangga kita atau tidak berdaya karena kita tidak bisa melihat isi source codenya”, imbuh Stallman. Richard Stallman sendiri mengaku dirinya tidak memiliki MP3 Player bahkan telpon selular. Kenyataannya, visionaris teknologi sekelas dirinya bahkan tidak menggunakan program – program komputer yang hampir kebanyakan orang pakai. Dalam cara pandang Stallman yang menyebabkan dirinya hanya memakai program free atau bebas copy saja, memandang file MP3 menjadi bermasalah karena player yang benar-benar free belum tersedia. “Saya mendengarkan audio CD”, kata Stallman. Tentang telpon selular yang menggunakan software prorietary dia mengatakan, “Anda seharusnya tidak memakainya, bukan karena softwarenya saja, tapi juga karena telpon selular adalah peralatan yang dapat dilacak, bahkan ketika dimatikan sekalipun”.
Ketika dia memulai Free Software Foundation pada tahun 1985, dan menulis apa yang kemudian disebut manifesto dari Gerakan Free Software, saat itu gerakannya tidak memiliki musuh. Namun kini keadaannya telah berubah, ada banyak pencela dan penentang di luar sana. Bahkan di dalam komunitas GNU/Linux sendiri, ada yang mengkombinasikan proprietary dan free software dalam paketnya, yang membuat kabur garis batas etis yang memisahkan antara program free dan proprietary, tandasnya. Richard Stallman sendiri tidak menyukai hal ini. Baginya hanya sedikit distribusi GNU/Linux yang benar benar berisi free software tanpa proprietary software. Tiga diantaranya yg dia sebutkan adalah distro Ututo, Blag dan gNewSense.

Sumber Artikel : Majalah-Linux #1
Sumber Asli : LinuxInsider

Iklan