KENAPA LINUX ?

Itulah pernyataan kerap kali muncul ketika seseorang pertama kali berjumpa atau mendapat tawaran menggunakan linux.

Linux pada prinsipnya adalah sistem operasi sama seperti sistem operasi lainnya, tapi linux adalah sistem operasi yang berbeda. Bagi mereka yang belum menggunakan linux mungkin belum melihat dan merasakan perbedaan linux jika dibandingkan dengan sistem operasi lainnya dan perbedaan inilah yang menjadi keistimewaan linux. Salah satu perbedaannya adalah linux merupakan sistem operasi yang dibangun oleh komunitas. Karena dibangun oleh komunitas maka linux dapat lebih maju dibandingkan sistem operasi lainnya. Kemajuan linux karena berbasis komunitas bukanlah pernyataan tanpa alasan dan bukti. Jika di tinjau dari tahun awal kemunculannya (1991) linux merupakan sitem operasi yang masih tergolong sangat muda jika dibandingkan dengan windows (1985) atau sistem proprietary lainnya, namun di usia-nya yang masih sangat muda linux telah menjadi sistem operasi yang power full (baik untuk pengguna desktop yang mengandalkan keindahan tampilan grafis maupun penggunaan sebagai server yang mengedepankan keamanan).

Pertanyaan sekarang, kenapa linux dapat lebih maju dibandingkan sistem operasi proprietary ?
Jawabannya tentu kembali ke pernyataan sebelumnya, “karena linux berbasis komunitas”.
“10 kepala lebih baik dari 1 kepala” slogan inilah yang menjadi landasan proyek pengembangan linux dan telah terbukti bahwa itu benar adanya. Karena banyak yang terlibat dalam pengembangan linux maka proses pelibatan banyak orang, proses saling melengkapi, proses saling kritik, proses saling menutupi celah yang tak terlihat oleh orang lain, terus berjalan dan hasilnya adalah sebuah karya yang sangat menawan (sebuah sistem operasi yang jika digunakan sebagai sistem operasi komputer desktop memiliki tampilan yang sangat menawan dan jika digunakan di server menjadi sebuah sistem operasi yang memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi).

Hal lain yang sering dibanggakan oleh para pengguna linux adalah “linux tidak mampu diserang oleh virus !”.
kebanggaan ini lagi-lagi bukanlah sesuatu yang tak beralasan. Jika kita bandingkan dengan sistem operasi windows (sistem operasi yang dominan di sekitar kita), linux sejak dari nenek moyangnya (unix) sudah sangat jarang di serang virus dan hal ini berbeda dengan windows yang sejak awal (MS-DOS) sudah menjadi bulan-bulanan virus bahkan sampai hari ini jika tidak menggunakan anti virus (update database yang cukup bagus) maka virus-virus lawas masih mampu mengobrak-abrik sistem operasi windows. Kenapa hal tersebut bisa terjadi ? Semua karena sistem operasi adalah sebuah ciptaan manusia yang tidak mungkin luput dari cacat. Cacat dalam pembuatan sistem operasi inilah (dalam dunia programmer dikenal dengan istilah bug) yang dimanfaatkan oleh pembuat program-program jahat. Cacat inilah yang sangat susah diatasi oleh sistem operasi proprietary yang tidak dibangun oleh komunitas, dikatakan susah karena yang dapat memperbaiki cacat tersebut hanyalah programmer dari perusahaan yang membuat sistem operasi tersebut. Berbeda dengan sistem operasi proprietary yang dikembangkan hanya oleh segelintir programmer perusahaan, linux yang merupakan sistem operasi yang dikembangkan oleh komunitas dapat dengan mudah mengatasi cacat dalam sistem operasinya. Kemudahan linux dalam mengatasi cacat dalam sistem operasinya disebabkan karena semua orang dapat berkontribusi dalam mengembangkan linux (baik sebagai pengguna biasa, sebagai tester, sebagai fix bug, maupun sebagai pengembang ataupun pemelihara sistem operasi linux). Proses mengatasi cacat itu cukup sederhana, pengguna yang menemukan error/bug (baik karena bawaan maupun karena ulah program jahat) cukup melaporkan hal tersebut ke forum (milis atau sejenisnya) pengguna atau langsung melaporkannya ke pengembang dari linux tersebut maka akan dilakukan perbaikan yang nantinya di rilis terbaru error/bug/cacat tersebut tidak lagi ditemukan karena telah ditutup oleh pengembang.

Perbedaan yang merupakan keunggulan linux yang lain adalah “linux memiliki jenis distribusi (lebih sering disingkat menjadi Distro) yang sangat banyak”. Banyaknya distro linux membuat pengguna linux dapat memilih sesuai kebutuhan atau selera mereka dan jika ternyata tidak ada satupun yang sesuai dengan selera atau kebutuhan mereka maka mereka (jika mempunyai kemampuan / atau keinginan untuk belajar) dapat membuat distro linux sendiri. Banyaknya distro linux juga membuktikan bahwa perbedaan itu bukanlah hal yang harus dihindari melainkan sebuah anugrah yang keberadaannya sangat menguntungkan.

Masih banyak keunggulan linux yang lain, namun substansi keunggulan linux adalah basis komunitasnya. Semua keunggulan linux dimungkinkan karena linux berbasis komunitas.
Untuk anggapan bahwa linux sangat tidak ramah bagi pengguna (linux susah !!!) anggapan itu ada benarnya namun tidak sepenuhnya benar. Linux memang susah bagi pengguna yang tidak mau belajar atau memcoba melupakan pentingnya komunitas. Linux dikembangkan oleh komunitas karena itu komunitas tidak dapat ditinggalkan oleh pengguna biasa (end user) sekalipun. Dengan berada diantara komunitas pengguna linux maka kesulitan menggunakan linux dapat diatasi dengan mudah karena hampir semua pengguna linux berkeyakinan bahwa ilmu itu harus dibagi dan mereka pun sangat senang untuk saling tolong menolong (karena kemungkinan besar ilmu yang dimiliki itupun diperoleh dari ilmu yang dibagi oleh orang lain dan pastilah semua pengguna linux pernah ditolong oleh pengguna linux yang lain).

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah

KENAPA bukan LINUX ?

Iklan