😱 wah wah

tdk terasa sudah kurang lebih 8 tahun ngeblog bersama wordpress. dari zaman berburu koneksi internet dengan kecepatan maximal 512 sampai era meramu lalu ngeposting bla bla bla di sosmed sambil berak setelah baca hoax yg mengalami ledakan populasi di dunia maya.

😄

hahaha … tak terasa waktu begitu cepat berlalu.

eh salah, bukan tdk terasa tapi terasa sekali wkwkwkwkwk 😂
Terima Kasih WordPress

Terima Kasih Internet

Merayakan 8 Tahun Bersama WordPress

Buku Filosofi Naif Kehidupan Dunia Cyber adalah kumpulan tulisan Onno W Purbo yang merupakan refleksi sejarah perkembangan Dunia Internet di Indonesia. Meski ada beberapa data yang sudah tidak relefan lagi namun buku ini bisa memberikan banyak informasi terkait era-era awal internet di indonesia. Dalam buku ini pula, tergambar harapan besar Onno W Purbo yang digantungkankan pada internet.

Untuk sejarah internet, Onno W Purbo menggambarkan bagaimana pentingnya keberadaan milis (mailing list) yang tentu keberadaannya saat ini sangat tidak akrab dengan pengguna internet generasi Smartphone. Untuk pembahasan tentang milis ini, dipaparkan panjang lebar hasil penelitian seputar eksistensi dan substansi dari milis-milis yang pernah ada (beberapa masih eksis sampe hari ini). Dari penjelasan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bagaimana pentingnya keberadaan internet bagi masyrakat dan lebih-lebih bagi para praktisi IT, asumsi yang bisa dibangun dari kesimpulan ini adalah dengan semakin mebaiknya infrastruktur dan kualitas internet saat ini seharusnya masyarakat dan terkhusus praktisi IT di indonesia tentu lebih maju dari zaman awal internet. Pengguna GNU/Linux misalnya, seharusnya bisa semakin banyak karena kualitas internet yang ada saat ini tentu lebih baik jadi masalah ketergantungan GNU/Linux (aplikasi yg idealnya di-install secara online) sudah bisa teratasi, pengguna GNU/Linux seharusnya sudah sangat terbantu dengan kecepatan internet saat ini, berbeda dengan kondisi kondisi yang terjadi di zaman kecepatan internet secara umum masih 512 Kbps (anda bisa membayangkan dengan kecepatan 512 Kbps anda ingin menginstall firefox dengan ukuran file 55,9 MB, tentu dibutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi. Itu baru satu aplikasi, bagaimana kalau anda ingin mengupdate OS anda misalnya yang total updatenya 300-an MB, tentu dibutuhkan tingkat kesabaran yang sangat tinggi dan tidak semua orang memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi dalam berurusan dengan komputer). Ditambah lagi penggunaan Smartphone (yg sudah umum saat ini) yang memang mengharusnya install aplikasi secara online, seharusnya orang-orang sudah sangat bersahabat dengan proses install aplikasi secara online dan seharusnya GNU/Linux (yg dari awal sudah mengidealkan proses install aplikasi secara online) semakin banyak penggunanya. Sebenarnya kalau dilihat dari kacamata pengguna Smartphone, jumlah pengguna GNU/Linux semakin banyak karena OS smartphone yg populer saat ini adalah turunan GNU/Linux (bagian dari Distro GNU/Linux, silahkan dilihat di www.distrowatch.org)

Terkait dengan harapan besar yang digantungkan Onno W Purbo pada internet, seharusnya Onno W Purbo saat ini kecewa karena internet saat ini berada dalam tahapan chaos bukannya semakin membaik guna mendukung penciptaan kondisi masyarakat yang lebih baik. Kondisi chaos tercipta dengan kemunculan teknologi HTML 5 yang memungkinkan semua orang bisa terlihat secara aktif di internet. Website yang awalnya hanyalah migrasi media konfensional (cetak) ke dunia cyber kini telah bertransformasi menjadi sosial media(facebook, twitter, g+, dll), di media sosial inilah dimungkinkan semua orang bisa terlibat secara aktif dalam mengolah atau menciptakan media yang ujung-ujungnya dapat membentuk/mempengaruhi opini publik. Dimungkinkannya orang-orang terlibat aktif di sosial media menciptakan perang terbuka dalam membentuk/mempengaruhi opini publik. Hampir tak ada lagi standar informasi di sosial media, sehingga sangat susah untuk membedakan “mana fiksi/hoax” dan “mana fakta”. Di sosial media, hoax yang diulang-ulang proses pembenarannya akan menjadi sebuah fakta yang kebenarannya tak dapat ditolak lagi, begitupun dengan fakta yang terus menerus disalah-salahkan akan menjadikannya sebuah kebohongan yang terkadang berakhir menjadi sebuah tertawaan. Harapan Onno W Purbo yang sangat besar pada komunitas yang terbentuk secara mandiri di zaman-zaman awal internet juga menjadi tak jelas lagi (blur) karena institusi (yang sering coba diingkri keberadaannya oleh Onno W Purbo) seperti negara, parlemen, politisi, berusaha (atau mungkin telah) terintegrasi dalam dunia cyber bahkan ada upaya mengontrol internet dan menjadi Big Brother di dunia cyber. Harapan Onno W Purbo pada majunya dunia pendidikan yang bertumpu pada internet juga sangat mengecewakan karena saat ini sebahagian besar siswa dan guru di indonesia sudah sadar IT dan dalam proses belajar-mengajarnya sangat bertumpu pada internet namun internet dalam hal ini dijadikan budak yang terus diperas pengetahuan yang dikandungnya, kebiasaan yang tercipta adalah download dan download (download bahan ajar bagi guru dan download bahan tugas bagi siswa) proses belajar menjadi kerdil. Kegiatan belajar menjadi tidak lebih dari baca koran, baca cepat dan garis-garis besarnya saja sehingga tak ada lagi kegiatan belajar secara mendalam. Semakin sedikit orang yang membaca buku-buku daras (buku-buku teori yang tebal-tebal) yang menjamur adalah pembaca resume-resume pemikiran orang lain di blog-blog atau di website (lebih paranya lagi kalau yang dijadikan rujukan adalah postingan-postingan orang di sosial media) yang kemudian dijadikan rujukan satu-satunya. Sebenarnya kebiasaan membaca resume-resume bukanlah hal baru. Dahulu orang membaca enseklopedia untuk membaca resume-resume atau mencari infromasi, namun para pembaca ekseklopedia hanya menjadikan isi enseklopedia sebagai informasi awal untuk mencari lebih jauh dengan membaca referensi-referensi lebih lanjut yang menjadi rujukan dari isi enseklopedia. Jika kebiasaan membaca ekseklopedia ini juga dijadikan kebiasaan oleh para pembaca resume-resume di blog atau di website tentu tak jadi masalah, namun jika berhenti di resume-resume di blog atau di website maka ini adalah masalah besar dalam dunia ilmu pengetahuan.

Pembasan sejarah internet dan harapan pada keberadaan internet untuk membuat tatanan masyarakat menjadi lebih baik harusnya membuat Onno W Purbo mengalami kekecewaan berat dan tertantang untuk membahasakan ulang ide-idenya berdasarkan kenyataan kondisi internet saat ini.

 

Buku Filosofi Naif Kehidupan Dunia Cyber versi PDF 

INI HANYA SEBUAH PENGANTAR (yg semoga tidak ngawur)

 

seorang pembelajar ketika sedang belajar dengan serius sebenarnya dia sementara mengizinkan dirinya dihipnosis oleh objek yang dijadikan pengajar. hal ini kadang tidak disadari oleh pendidik sehingga metode represif seperti memukul, memarahi atau menghardik peserta didik menjadi jalan termudah yang diambil oleh pendidik dengan harapan apa yang disampaikan bisa diterima.
sebuah proses pembelajaran bisa dibagi dalam tiga bagian yaitu pembuka, inti, penutup. lalu apa hubungannya dengan hipnosis ?
sebelum lanjut mari kita melihat secara singkat tentang hipnosis. Baca entri selengkapnya »

ehm … 

tidak perlu berlama-lama, langsung saja kita ke pokok permasalahan

 

Akses halaman web google play books https://play.google.com/books

Langkah 1

Baca entri selengkapnya »

awalnya saya termasuk orang yg susah meninggalkan buku berbahan kertas. ada pengalaman tersendiri saat membuka halaman demi halaman, bunyi gesekan dan bau kertas yg khas juga menciptakan sebuah sensasi tersendiri. namun saat ini harga kertas semakin mahal dan harga buku pun mau tidak mau ikut menjadi mahal. untuk mengatasi penggunaan kertas yg semakin mahal (dan juga katanya untuk ikut serta melestarikan lingkungan) maka diciptakanlah buku elektronik yg populer disebut ebook. Baca entri selengkapnya »

Artikel menarik tentang dampak internet. Dikutip dari http://www.cnnindonesia.com

Teknologi diklaim buat karyawan lebih produktif, tapi di sisi lain juga telah ‘memaksa’ untuk bekerja lebih panjang (Spencer Platt/Getty Images)

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Research menemukan bahwa teknologi dapat membuat manusia lebih produktif, tapi memperpanjang waktu bekerja.

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan 535 orang pada September 2014. Hasilnya, 46 persen pekerja di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa internet, email dan ponsel telah menaikkan produktivitas mereka. Hanya tujuh persen yang menganggap sebaliknya.

Uniknya, dengan jumlah yang hampir sama, 35 persen para pekerja mengatakan bahwa teknologi telah memperbanyak jam kerja mereka setiap hari.

“Bagi sebagian besar pekerja kantoran saat ini, hidup dengan pekerjaan artinya hidup secara online,” tulis peneliti dikutip dari The Register, Jumat (2/1).

Menurut Direktur Pew, Lee Rainie, batas di antara pekerjaan, tempat bekerja dan rumah awalnya memang sangat jelas. Namun teknologi mengubah keadaan ini secara total.

“Orang-orang lebih banyak melakukan pekerjaan di rumah,” ujar Rainie.

Di Amerika, orang-orang bekerja hingga 1,790 jam dalam satu tahun. Berbeda dengan negara lain yang rata-rata hanya berkisar 1.765 jam.

Dalam sebuah penelitian sebelumnya yang dilakukan pada 2013, menunjukan bahwa 94 persen dari pengguna internet di AS yang menjadi responden mengatakan bahwa internet adalah hal yang sangat penting untuk melakukan pekerjaan mereka.

Artinya, terlihat jelas bahwa teknologi modern telah mengubah dan mempengaruhi cara manusia bekerja.

link sumber : http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150102150331-185-22005/teknologi-paksa-karyawan-untuk-lembur/

Sebenarnya masalah touchpad adalah masalah lama hanya saja saat pertama menemukan masalah ini. Saya pikir ini hanyalah masalah yg terjadi hanya pada beberapa laptop saja tapi ternyata saya berhadapan terus dengan masalah ini. Jadi saya pikir ada baiknya saya menuliskan ulang solusinya biar tidak lagi harus keliling-keliling di dunia maya dengan bantuan gugel.

Baca entri selengkapnya »

Tulisan/buku berbahasa indonesia tentang budaya bebas (free culture) masih sangat susah didapatkan hal inilah yg menyebabkan “budaya bebas” di indonesia hanya menjadi sesuatu yg selalu berbupar di seputaran aktifitas ber-internet padahal budaya bebas telah merambah jauh ke kehidupan sehari ini, bahkan yg lebih parahnya lagi di internet pun para pengguna biasanya hanya mengambil tanpa pernah ikut serta mengembangkan atau paling tidak ikut memberi.
Keberadaan buku free culture karya Lawrence Lessig hasil kerja teman-teman di kunci adalah sesuatu yg sangat berarti ditengah kurangnya referensi terkait dengan “budaya bebas”. Keberadaan buku ini juga dapat memicu perdebatan di dunia akademis  indonesia yg selama ini absen dalam pembicaraan terkait dengan “budaya bebas” dimana hal ini bisa menjadi kritik berarti bagi perundang-undangan terkait hak cipta.

ebook Free Culture karya Lawrence Lessig bisa di-download di sini/website kunci

+ apa itu ?

– doh … anda belum tahu komputasi awan ?

dari pada saya jelaskan panjang lebar lebih baik langsung saja coba salah satu fasilitas komputasi awan yg disiapkan oleh www.dropbox.com dan rasakan sensasinya.

Free Software dan Anti Pembajakan

Dalam wawancara dengan Majalah maestro (Majalah Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas UDAYANA) Richard M Stallaman ketika ditanya tentang HaKI (hak atas kekayaan intelektual) mengatakan “bagi saya, penerapan HaKI justru bertentangan dengan prinsip kebebasan, HaKI justru sebuah sistem kekuasaan, bukan kebebasan. Pengingkaran ini semata-mata didasari oleh perlindungan terhadap kepentingan individu yg berusaha melakukan penguasaan kapital. Adalah kontras bila HaKI dimaksudkan untuk mendorong kebebasan individu berkreasi sebesar-besarnya sementara kepentingan masyarakat yg lebih luas terkalahkan. Kebebasan jenis ini harus ditolak, kebebasan untuk menguasai bukanlah kebebasan yg sesungguhnya, melainkan kehendak terhadap kekuasaan.”

Dari pernyataan Richard Stallamn kita bisa melihat bahwa Gerakan Free Software bukanlah sekedar gerakan perlawanan terhadap aktifitas pembajakan, melainkan lebih dari dari itu. Gerakan Free Software adalah gerakan membebaskan apa yg seharusnya bebas (dalam hal ini perangkat lunak) dan semua itu demi kepentingan orang banyak. Kalaupun dalam perjalanannya sejalan dengan gerakan anti pembajakan maka itu bisa saja karena dengan bebasnya maka pembajakan itu tidak lagi dimungkinkan (kecuali terjadi yg namanya prifatisasi oleh individu).

GNU GPL adalah sebuah “aturan perlindungan hukum yg dibuat oleh Free Software Fondation yg “anti hak cipta/copyleft” untuk melawan “hak cipta/copyright“. Jika dalam copyright lisensi hak cipta milik individu maka dalam copyleft GNU GPL lisensi hak cipta adalah milik umum (jadi pembajakan GNU GPL adalah ketika sesuatu yg milik umum itu diprifatisasi). Dalam dokumen GNU GPL tidak satupun kata “pembajakan” atau “anti pembajakan” yg kita temukan, hal ini menunjukkan bahwa GNU GPL bukanlah sekedar “anti pembajakan” melainkan lebih dari itu. GNU GPL melampaui gerakan “legal software” yg cenderung hanya berorientasi “anti pembajakan”.

GNU/LINUX

Dari penjelasan singkat diatas kita bisa menyimpulkan bahwa GNU GPL sama sekali bukanlah sekedar “anti pembajakan” dan kehadiran GNU/LINUX yg berada dibawah lisensi GNU GPL juga bukanlah sekedar untuk melawan pembajakan, melainkan lebih dari itu. Hal ini seharusnya lebih dipahami oleh pengguna GNU/LINUX agar tidak terjebak dalam perdebatan klasik “apakah legal software atau free/open source software ?”. Jika hanyalah bergerak pada legal software maka solusi yg ditawarkan adalah jangan gunakan software bajakan, gunakan software asli (jadi tidak harus pakai GNU/LINUX dan tidak masalah kalau kita menggunakan software close source semisal buatan microsoft atau  apple).

jadi kalau saya ditanya tentang pembajakan, jawaban saya “pakai GNU/LINUX kalau tidak mau membajak atau kalau memang anda butuh silahkan membajak kalau tidak mau pakai GNU/LINUX”

bersambung

RemoteDroid ???  mahluk macam apa lagi itu ?
Baca entri selengkapnya »

Google mungkin memiliki hampir sejuta server. Yahoo memiliki sekitar 13.000 staf. Kami hanya memiliki 679 server dan 95 staf.

Wikipedia adalah situs #5 di web dan melayani 450 juta orang yang berbeda setiap bulan – dengan miliaran kunjungan halaman.

Saya tidak punya masalah dengan komersialisasi. Menurut saya, iklan bukanlah sesuatu yang jahat. Namun iklan tidak memiliki tempat di sini — tidak di Wikipedia.

Wikipedia merupakan sesuatu yang istimewa. Wikipedia ibarat perpustakaan atau taman untuk umum. Wikipedia laksana ruang suci bagi pikiran. Wikipedia adalah tempat kita semua dapat datang untuk berpikir, belajar, dan berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Ketika saya memulai Wikipedia, saya dapat saja menjadikannya sebagai sebuah perusahaan komersial yang menayangkan iklan, namun saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Kami bekerja keras setiap tahun untuk menjaga kita tetap ramping dan ketat anggaran. Kami memenuhi misi kami, dan kami tidak menyia-nyiakannya.

Jika setiap orang yang membaca ini menyumbangkan $5, kami hanya perlu melakukan penggalangan dana selama satu hari setiap tahunnya. Tetapi tidak semua orang dapat atau ingin menyumbang. Dan hal itu tidak apa-apa. Setiap tahun cukup banyak jumlah orang yang memutuskan untuk menyumbang.

Tahun ini, pertimbangkanlah untuk memberikan sumbangan $5, €10, ¥1000, atau berapa pun yang Anda mampu untuk melindungi dan melestarikan Wikipedia.

Terima kasih,

Jimmy Wales
Perintis Wikipedia

Menyumbanglah Sekarang – Donat

‘Mate’ GNOME 2 Fork adalah lingkungan desktop yang digunakan di Fedora 16 menggantikan Gnome 3. Jika Andaingin menggunakan lingkungan desktop pada Ubuntu 11,10Ocelot Oneiric untuk menggantikan Persatuan Anda saat ini atau Gnome antarmuka Shell, kemudian ikuti instruksi yang diberikandi bawah ini.
Install Linux Mint Mate Desktop On Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot

Baca entri selengkapnya »

yeaaaaach … kopdar kopdar

akhirnya para linuxer maros ,5 (baca: komalima = KOMUNITAS LINUXER MAROS) berhasil kopdar lagi (judul kopdar kali ini Temu Kangen & Share About Drupal*) , meski dengan jumlah peserta yg sangat sedikit namun yg terpenting adalah kualitas bukan kuantitas 🙂

kopdar komalima

Baca entri selengkapnya »

… para aktifis linux Makassar kembali bertemu dalam sebuah acara yang diberi nama “Temu Akbar Linux Makassar” yang bertema “Kita berpadu, OSS di SulSel ‘kan maju” Acara ini dilaksanakan di Kelas Internasional Fakultas Kedokteran Unhas Baca entri selengkapnya »

Google+  atau biasa juga orang menyebutnya g+ adalah sebuah jejaring sosial baru buatan google … apa bedanya dengan jejaring sosial yg sudah lebih dulu ada dan sudah begitu populer seperti facebook atau twitter ? Baca entri selengkapnya »

Sebuah analogi :

Anda punya kemampuan membeli sebuah mobil ferari keluaran terbaru. Anda diizinkan membelinya tapi dengan syarat anda harus tinggal di sebuah rumah dalam sebuah kompleks yg telah disiapkan bagi pemilik mobil ferari keluaran terbaru. Di dalam kompleks itu sudah ada sebuah pasar dimana anda bisa mendapatkan apa saja secara gratis dan banyak orang yg mendistribusikan barang secara gratis pula ke pasar tersebut (hampis semua hal gratis untuk seluruh penghuni rumah di dalam kompleks tersebut. Bersamaan dengan kenyamanan itu, diseluruh kompleks dan dirumah anda dipasang alat untuk memonitor segala aktifitas anda (barang apa yg anda ambil dari pasar, mobil ferari terbaru yg bagaimana yg anda gunakan) semua dicatat untuk kepentingan menghitung seberapa banyak yg sudah tinggal di kompleks dan untuk pengembangan dari ferari terbaru.  Baca entri selengkapnya »

look.........................................

.......... the people you are after
are the people you depend on
we develop your applications
we install your servers
we connect your computers
we delever your e-mails
we guard your network
while you sleep
Do Not Fuck With Us !
root@debian-walhyxbox:/# _
Juli 2017
S S R K J S M
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Wali's bookshelf: read

Under the NetTentang CintaRadikal Itu MenjualTuhan Maha Tahu, tapi Dia Menunggu: Kumpulan Cerita TolstoyBeauty and SadnessThe Woman in the Dunes

More of Wali's books »
Wali yulhamdi's  book recommendations, reviews, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists
my galery on instacanvas

Tentukan Sikap Anda

RSS arwin a.k.a nawir

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Debian News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Pak Nurdin

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS sukasukaku

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Itachi’s Diary

RSS Icha Maros

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Atnan Maros

RSS gnu-gimp

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

  • 18,054 Kunjungan

Klik tertinggi

  • Tidak ada

twi twit

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.